Kamis, April 3, 2025
BerandaBUDAYAInilah Isi Pidato Sri Sultan Hamengkubuwono X Pada Penutupan Pameran Temporer Parama...

Inilah Isi Pidato Sri Sultan Hamengkubuwono X Pada Penutupan Pameran Temporer Parama Iswari 2025

JOGJAKARTA || BERITA UPDATE BADUGA NEWS – Acara Penutupan Pameran Temporer Parama Iswari Maha Sakti Ngayogyakarta yang digelar oleh Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Desa Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlangsung khidmat ketika Sri Sultan Hamengkubuwono memberikan kata sambutannya.

Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) sebagai Sultan juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada kesempatan tersebut memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Pameran Temporer Parama Iswari Maha Sakti Ngayogyakarta 2025.

BACA PULA : Prestasi Gemilang SDN Simpen 6 Dalam Kancah Cabang Olah Raga Volley Ball dan Pendidikan

“Di penghujung acara Pameran Temporer Parama Iswari Maha Sakti Ngayogyakarta, kita patut bersyukur atas kesempatan menyelami selaksa makna yang terkandung dalam setiap eksponat yang disajikan, tentunya pameran ini bukan hanya peristiwa budaya melainkan manifestasi dari panggilan Keraton Jogjakarta untuk menggugah kesadaran yang adalah merupakan percakapan abadi masa lalu dan masa kini yang menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya cita-cita dalam tajuk modernitas tetapi lebih jauh ia merefleksikan gema kearifan kesetaraan yang telah terpatri dalam sejarah budaya dan kearifan lokal,” papar Sultan.

“Melalui narasi yang tersurat dan pesan tersirat yang teraba oleh indra, kita diajak untuk merenungkan kembali peran perempuan dalam membangun peradaban bahwasannya perempuan adalah: Sosok utama yang tak hanya mendampingi tetapi juga menguatkan selayaknya bahasa latin “Alis Volat Propriis” yang berarti dia terbang dengan sayapnya sendiri.
Kalimat ini mencerminkan kekuatan dan kemandirian perempuan yang masih seringkali tersamarkan sesungguhnya memiliki daya yang luar biasa,” terang Sultan.

BACA JUGA : Purworejo Direncanakan Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan Nasional

“Ketika perempuan dihormati sesungguhnya peradaban sedang menata dirinya, ia menegaskan arah dan tujuannya menuju tatanan yang lebih adil, lebih manusiawi dan lebih berkelanjutan,” jelas Sultan.

Acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Widiyanti Putri Wardhana.

Selanjutnya,

“Keraton telah berupaya mengantarkan gambaran bahwa penghormatan adalah jalan peradaban, harapannya gambaran ini menjadi cahaya pelita yang turut menerangi jalan semua komponen bangsa mulai dari ranah kebijakan sistem sosial masyarakat, relung-relung keluarga hingga ruang-ruang pribadi. Tidak harus dengan langkah-langkah besar melainkan melalui gerak-gerak kecil yang bermakna.” (Rabu 22 Januari 2025).

“Dengan misi dan harapan itulah Pameran Temporer Parama Iswari saya nyatakan ditutup secara resmi teriring apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik penyelenggara maupun pengunjung yang telah mendukung suksesnya pameran ini.
Sampai jumpa diperhelatan berikutnya,” tutup Sultan. (SD)

Reporter: Sukirman
Editor: Admin

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments